7 Kiat Mengelola Stres Karena Terbeban Kapan Covid-19 Berakhir

Pandemi COVID-19 yang telah menjangkiti Indonesia selama beberapa bulan terakhir telah membuat orang-orang ketakutan, cemas dan cemas. Selain itu, Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) untuk menekan penyebaran COVID-19 membuat orang belajar, bekerja, dan beribadah di rumah. Hal ini membuat banyak orang menjadi bosan dan stres karena tidak bisa jalan-jalan, berlibur, dan pulang. Tidak sedikit orang bertanya-tanya kapan COVID-19 berakhir dan berharap untuk kembali ke rutinitas semula. Jika Anda salah satu dari orang-orang yang mengalami stres dalam menghadapi wabah COVID-19, jangan khawatir, karena di sini ada 7 tips untuk mengatasi stres akibat pandemi korona.

  1. Batasi dan saring berita

Mengikuti informasi dan berita terbaru tentang pandemi COVID-19 adalah penting. Namun, terkadang berita yang menyebar juga dapat menyebabkan stres dan kecemasan di masyarakat. Karena alasan ini, penting untuk membatasi berita yang dibaca. Terlebih lagi, pastikan berita yang Anda baca memiliki sumber tepercaya sehingga Anda menghindari penyebaran tipuan.

  1. Meditasi

Penelitian telah membuktikan bahwa meditasi dapat membantu menenangkan pikiran, melatih fokus, dan menghilangkan stres1. Ketika seseorang mengalami stres, tubuh melepaskan hormon kortisol yang meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah. Meditasi adalah salah satu kegiatan yang bisa dilakukan di mana saja dan diyakini mampu mengembalikan detak jantung dan tekanan darah kembali normal. Meditasi dapat dilakukan dengan mengatur pernafasan secara perlahan, sambil menghilangkan pikiran negatif dan stres yang dialami.

  1. Yoga

Yoga adalah salah satu olahraga sederhana yang tidak memerlukan banyak peralatan. Bahkan, jika Anda tidak memiliki tikar yoga, yoga juga dapat dilakukan di tempat tidur. Yoga adalah bentuk meditasi yang juga telah terbukti efektif dalam menghilangkan stres, kecemasan, dan depresi3. Selain mengatur pernapasan, yoga juga dapat meregangkan otot, menyebabkan efek relaksasi.

  1. memasak

Bagi Anda yang suka berada di dapur, memasak bisa menjadi kegiatan yang menghilangkan stres. Selama pandemi COVID-19, banyak pencipta konten yang berbagi resep dengan mudah di media sosial. Cobalah berbagai resep dan berkreasi di dapur bisa mengurangi kebosanan saat di rumah.

  1. Membersihkan rumah

Kebersihan rumah merupakan hal penting yang harus dijaga, terutama saat pandemi ini. Pembersih desinfektan berbasis alkohol dapat membunuh virus di sekitar dan di dalam rumah. Jangan lupa bersihkan tempat dan barang yang sering dipegang suka keyboard, saklar lampu, handphone, dll.

  1. Baca buku dan tonton film

Selain menambah pengetahuan dan mengusir kebosanan saat karantina di rumah, membaca buku dan menonton film bisa menjadi kegiatan yang berguna untuk mengisi waktu luang. Orang yang membaca sering memiliki kemampuan belajar, komunikasi, dan pemahaman yang lebih tinggi daripada orang yang jarang membaca5.

  1. Keterampilan mengasah

Terus menghasilkan karya selama karantina di rumah bisa menjadi salah satu cara untuk menangkal stres. Manfaatkan waktu luang untuk mengasah keterampilan atau hobi yang telah lama ditinggalkan. Baik itu menjahit, menggambar, menulis, melukis, dan sebagainya. Melakukan apa yang Anda suka dapat mengurangi stres saat berada di rumah.

Nah, teman itu adalah serangkaian tips untuk mengatasi stres selama pandemi COVID-19. Alih-alih stres dan pusing memikirkan kapan COVID-19 akan berakhir, Anda dapat mencoba berbagai tips di atas untuk mengurangi stres selama karantina di rumah.

Selain itu, bagi Anda yang membutuhkan informasi kesehatan lain atau membutuhkan produk kesehatan, Anda dapat mengaksesnya www.prosehat.com atau instal aplikasi ProSehat atau dapat memanggil nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Tel / SMS / WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

Ditulis oleh: Dr. Fenyta Christyani

BIBLIOGRAFI

  1. Sharma, H. (2015). Meditasi: Proses dan efek. AYU (Jurnal Penelitian Triwulan Internasional dalam Ayurveda), 36(3), 233. doi: 10.4103 / 0974-8520.182756
  2. Ranabir, S., & Reetu, K. (2011). Stres dan hormon. Jurnal endokrinologi dan metabolisme India, 15(1), 18–22. https://doi.org/10.4103/2230-8210.77573
  3. Shohani, M., Badfar, G., Nasirkandy, M. P., Kaikhavani, S., Rahmati, S., Modmeli, Y., Soleymani, A., & Azami, M. (2018). Efek Yoga pada Stres, Kecemasan, dan Depresi pada Wanita. Jurnal internasional kedokteran pencegahan, 9, 21. https://doi.org/10.4103/ijpvm.IJPVM_242_16
  4. Rabenau, H., Kampf, G., Cinatl, J., & Doerr, H. (2005). Khasiat berbagai disinfektan terhadap coronavirus SARS. Jurnal Infeksi Rumah Sakit, 61(2), 107-111. doi: 10.1016 / j.jhin.2004.12.023
  5. Duff, D., Tomblin, J. B., & Catts, H. (2015). Pengaruh Membaca pada Pertumbuhan Kosakata: Kasus Efek Matius. Jurnal pidato, bahasa, dan penelitian pendengaran: JSLHR, 58(3), 853–864. https://doi.org/10.1044/2015_JSLHR-L-13-0310

Posting 7 Tips untuk Mengelola Stres Karena Beban Ketika Covid-19 Berakhir pertama kali muncul di ProSehat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here